RANGKUMAN LAPORAN
PRAKTIKUM ALGORITMA DAN
PEMROGRAMAN
Perkenalkan nama saya Muhammad Ainun
Roziqin, Saya berkuliah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan saya juga
mengambil jurusan Teknik Informatika.
Jika teman – teman ingin mengenal lebih
tentang Universitas saya.
POKOK
PEMBAHASAN I
Input/Output
dan Jenis Data
Setiap program
C++ mempunyai bentuk umum seperti dibawah, yaitu :
#prepocessor
directive
void
main ()
{
//
Batang Tubuh Program Utama
}
Penjelasan :
1. Include
Adalah salah satu pengarah prepocessor directive yang tersedia pada C++.
Prepocessor
selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi. Bentuk
umumnya :
#include
<nama_file>
tidak diakhiri
dengan tanda semicolon, karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk
pernyataan, tetapi merupakan prepocessor directive. Baris tersebut
mengintruksikan kepada compiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file
yang berakhiran .h (file header) yaitu file yang berisi sebagai deklarasi
contohnya:
#include
<iostream.h> : diperlukan pada program yang melibatkan
objek cout
#include
<conio.h> : diperlukan
bila melibatkan clrscr(), yaitu perintah untuk
membersihkan
layer.
#include
<iomanip.h> : diperlukan bila melibatkan setw(),
yaitu bermanfaat
Untuk
mengatur lebar dari suatu tampilan data.
2. Fungsi main
()
Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. main adalah nama
judul fungsi. Melihat bentuk seperti itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa
batang tubuh program utama berada didalam fungsi main(). Berarti dalam setiap
pembuatan program utama, maka dapat dipastikan seorang pemrogram menggunakan
minimal sebuah program fungsi. Pembahasan lebih lanjut mengenai fungsi akan
diterangkan kemudian. Yang sekarang coba ditekankan adalah kita menuliskan
program utama kita didalam sebuah fungsi main ().
3. Komentar
Komentar tidak pernah dicoompile oleh compiler. Dalam C++ terdapat 2
jenis komentar, yaitu :
Jenis 1 : /*
Komentar anda diletakkan didalam ini bisa mengapit lebih dari satu
baris
*/
Jenis 2 : //
Komentar anda diletakkan disini ( hanya bisa perbaris )
4. Tanda
Semicolon
Tanda semicolon “ ; “ digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan.
Setiap pernyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon.
5. Mengenal
cout (dibaca : C out)
Pernyataan cout merupakan sebuah objek didalam C++, yang digunakan untuk
mengarahkan data kedalam standar output (cetak pada layar)
Contoh :
Tanda
“<<” merupakan sebuah operator yang disebut operator “penyisipan/peletakan”
POKOK BAHASAN II
STRUKTUR
PEMROGRAMAN PENCABANGAN
1. Percabangan If
Satu Kondisi,
Bentuk Pernyataan Bernilai True.
2. Percabangan If Else
Dua
Kondisi, Bentuk Pernyataan Bernilai True and False.
3. Flowchart
Flowchart adalah
suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses
secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan
proses lainnya dalam suatu program.
POKOK BAHASAN III
STRUKTUR PEMROGRAMAN : LOMPATAN DAN
KALANG
Sebuah / kelompok instruksi diulang untuk jumlah
pengulangan tertentu. Baik yang terdifinisikan sebelumnya ataupun tidak.
Struktur pengulangan terdiri atas dua
bagian :
1. Kondisi
pengulangan yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan
pengulangan.
2. Isi
atau badan pengulangan yaitu satu atau lebih pernyataan (aksi) yang akan
diulang.
Perintah atau notasi dalam struktur
pengulangan adalah :
1. Pernyataan
while
2. Pernyataan
do…while
3. Pernyataan
continue dan break
4. Pernyataan
go to
1. Pernyataan
WHILE
Pernyataan
while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu
pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Pernyataan while
memungkinkan statemen-statemen yang ada didalamnya tidak dilakukan sama sekali.
Bentuk Umumnya :
while (kondisi)
{
Pernyataan
;
}
2. Pernyataan
DO…WHILE
Pernyataan
do…while mirip seperti pernyataan while hanya saja pada do…while pernyataan
yang terdapat didalamnya minimal akan sekali dieksekusi.
Bentuk Umumnya :
do
{
pernyataan;
} while (kondisi);
3. Pernyataan
FOR
Pernyataan
for digunakan untuk menghasilkan pengulangan(looping) beberapa kali tanpa
penggunaan kondisi apapun. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah
diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya.
Pernyataan
for digunakan untuk melakukan looping. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh
for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Selama kondisi
terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.
Bentuk Umumnya :
for (inisialisasi ; kondisi ; perubahan)
{
Statement;
}
4. Pernyataan
Continue dan Break
Pernyataan
break akan selalu terlihat digunakan bila menggunakan pernyataan switch.
Pernyataan ini juga digunakan dalam loop. Bila pernyataan ini dieksekusi, maka
akan mengakhiri loop dan akan menghentikan itrasi pada saat tersebut.
5. Pernyataan
goto
Pernyataan
gotodiperlukan untuk melakukan suatu lompatan ke suatu pernyataan berlabel yang
ditandai dengan tanda " : ".
Bentuk Umumnya :
Go to bawah;
pernyataan1;
pernyataan2;
bawab : pernyataan 3;
POKOK BAHASAN IV
STRUKTUR PEMROGRAMAN KALANG
1. Fungsi
simbol //
Simbol // berfungsi sebagai
komentar dalam program/ keterangan.
2. Fungsi
dari keyword break
Break berfungsi mengeluarkan
eksekusi compiler dari struktur program setelah suatu kondisi tertentu
dipenuhi.
3. Fungsi
dari continue
Continue berfungsi melanjutkan
eksekusi compiler ke blok selanjutnya setelah suatu kondisi tertentu dipenuhi.
4. Fungsi
setprecision ()
Setprecision () merupakan suatu
fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit decimal yang
ingin ditampilkan.
5. Perbedaan
ios::fixed dan ios::scientific
ios::fixed dan ios::scientific
mempunyai fungsi yang sama yaitu format bilangan riil akan tetap dapat diubah
dengan memanggil fungsi set atau unset diikuti argument ios::scientific atau
ios::fixed.
6. Fungsi
dari fabs ()
fabs() berfungsi untuk menghitung
nilai mutlak dari x; x bilangan real.
POKOK BAHASAN V
VARIABEL LARIK & STRINGS
|
strlen() |
Bentuk
format strlen (const char*s), berfungsi menghitung panjang string. |
|
strcpy() |
Bentuk
format strcpy (char*dest, const char*src), berfungsi mengcopy
string src ke dest. |
|
strcat() |
Bentuk
format strcat (char*dest, const char*src), berfungsi menambahkan
kopian src ke bagian akhir dest. |
|
strcmp() |
Bentuk
format strcmp (const char*s1, const char*s2), berfungsi melakukan
perbandingan s1 dengan s2. |
|
strcspn() |
Bentuk
format strcspn (const char*s1, const char*s2), berfungsi menemukan
bagian awal string s1 yang mengandung s2. |
|
strupr() |
Bentuk
format strupr (const char*s), berfungsi mengubah string menjadi
huruf capital (uppercase). |
|
strlwr() |
Bentuk
format strlwr (const char*s), berfungsi mengubah string menjadi
huruf biasa/kecil (lowercase). |
|
strrev() |
Bentuk
format strrev (const char*s), berfungsi membalik semua karakter
string, jadi huruf terakhir menjadi awal. |
|
strset() |
Bentuk
format strset (const char*s, int ch), berfungsi menset semua karakter
dalam s ke ch. |
POKOK BAHASAN VI
SORTING(PENGURUTAN)
Pengertian Algoritma Sorting adalah kumpulan
langkah sistematis atau secara berutan untuk
memperoleh hasi lyang diinginkan.
Salah satu contoh dari algoritma untuk langkah ini
adalah Sorting (pengurutan). Sorting dapat didefinisikan sebagai pengurutan
sejumlah data berdasarkan nilai tertentu. Pengurutan dapat dilakukan dari
nilai terkecil ke nilai terbesar (ascending) atau sebaliknya.
Kegunaan definisi fungsi tersebut adalah memberikan
header baru sesuai keinginan kita, dimana dalam header tersebut terdapat fungsi
yang dapat dipanggil. Jadi kita dapat menambahkan suatu header jika suatu
compiler tidak support terhadap fungsi yang kita gunakan.
Komentar
Posting Komentar