RANGKUMAN LAPORAN
PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL
Perkenalkan nama saya Muhammad Ainun
Roziqin, Saya berkuliah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan saya juga
mengambil jurusan Teknik Informatika.
Jika teman – teman ingin mengenal lebih
tentang Universitas saya.
POKOK
BAHASAN I
Pengenalan Gerbang Logika Dasar
1. Gerbang AND
Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih masukan (input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (output). Gerbang AND akan menghasilkan keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Rangkaian AND dinyatakan sebagai Z = A*B atau Z=AB (tanpa simbol)
2. Gerbang OR
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan keluaran (Output) 1 jika salah satu dari masukan (input) bernilai logika 1 dan jika ingin menghasilkan keluaran (Output) Logika 0, maka semua masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Rangkaian OR dinyatakan sebagai Z = A+B.
3. Gerbang NOT (Interver)
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan masukan atau inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan keluaran (Output) dengan nilai logika 0 maka Input atau masukannya harus bernilai logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan sebagai
4. Gerbang NAND (NOT AND)
Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan keluaran logika 0 apabila semua masukan (Input) pada logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan keluaran (Output) Logika 1. Rangkaian NAND dinyatakan sebagai
5. Gerbang NOR (NOT OR)
Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Rangkaian NOR dinyatakan sebagai
6. Gerbang X-OR (Exclusive
OR)
X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 masukkan (Input) dan 1 keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan-masukkannya (Input) mempunyai nilai logika yang berbeda. Jika nilai logika Inputanya sama, maka akan memberikan hasil keluaran logika 0. Rangkaian X-OR dinyatakan sebagai
7. Gerbang X-NOR (Exclusive
NOR)
Seperti gerbang X-OR, gerbang X-NOR juga terdiri dari 2 masukkan
(Input) dan 1 keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan
merupakan kombinasi dari gerbang X-OR dan gerbang NOT, gerbang X-NOR akan
menghasilkan keluaran (Output) logika 1 jika semua masukkan atau inputanya
bernilai logika yang sama dan akan menghasilkan keluaran (Output) logika 0 jika
semua masukkan atau inputnya bernilai logika yang berbeda.
Hal ini merupakan kebalikan dari gerbang X-OR (Exclusive OR). Rangkaian X-NOR dinyatakan sebagai
POKOK BAHASAN II
PERSAMAAN BOOLEAN & PENYEDERHANAAN
RANGKAIAN LOGIKA (MENGGUNAKAN METODE
K-MAP)
PENGERTIAN K-MAP
Karnaugh Map atau K-Map adalah suatu teknik
penyederhanaan fungsi logika dengan cara pemetaan. K-Map terdiri dari
kotak-kotak yang jumlahnya terdiri dari jumlah variable dan fungsi logika atau
jumlah inputan dari rangkaian logika yang sedang kita hitung.
LANGKAH – LANGKAH
PEMETAAN K-MAP SECARA UMUM :
·
Menyusun aljabar Boolean terlebih dahulu
·
Menggambar rangkaian digital
·
Membuat Table Kebenarannya
·
Merumuskan Tabel Kebenarannya
· Lalu memasukkan rumus Tabel Kebenaran ke K-Map (Kotak-kotak)
PENYEDERHANAAN DUA VARIABEL
·
Catatan : Bar = ‘
·
Tabel dari K-Map 2 variabel adalah seperti dibawah ini
POKOK BAHASAN III
Multilevel
NAND dan OR
1. NAND
Diketahui sebuah persamaan logika sebagai berikut:
Selesaikan persamaan tersebut hanya dengan gerbang
NAND saja.
Jawab :
Kalau persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian
digitalnya, maka akan terlihat rangkaian seperti berikut:
Dengan cara di atas terliahat kita hanya meggunakan dua IC NAND untuk manbangun sebuah rangkaian yang berfungsi sama. Ini berarti kita sudah bisa menghemat uang dan tempat.
2. NOR
Selesaikan persamaan tersebut dengan mengguankan
gerbang NOR saja.
Jawab:
Rangkaian asalnya adalah:
Sedangkan rangkaian setelah diubah ke bentuk NOR saja
adalah sebagai berikut.
Dari gambar terliahat dengan membuat rangkaian
menjadi berbentuk NOR saja kita tetap hanya membutuhkan dua buah IC saja yang
terpakai semuanya (tidak mubazir atau terbuang).
POKOK BAHASAN IV
RANGKAIAN ARITMATIKA DIGITAL
1.
PENGERTIAN RANGKAIAN ARITMATIKA DIGITAL
Rangkaian
Adder (penjumlah) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk
menjumlahkan dua buah angka (daJam sistem bilangan biner), sementara itu di
dalam komputer rangkaian adder terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU
(Arithmetic Logic Unit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder
adalah
·
Sistem
bilangan biner (memiliki base/radix 2)
·
Sistem
bilangan oktal (memiliki base/radix 8)
·
Sistem
bilangan Desimal (memiliki base/radix 10)
·
Sistem
bilangan Hexadesimal (memiliki base/radix 16)
Namun, diantara ketiga sistem tersebut yang paling mendasar
adalah sistem bilangan biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negatif,
maka digunakanlah sistem bilangan complement. BCD (binary-coded decimal).
2.
MACAM-MACAM RANGKAIAN ADDER
A. Half
Adder
Half
adder adalah suatu rangkaian penjumlah system bilangan biner yang paling
sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data
bilangan biner sampai I bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan
2 keluaran yaitu Summary out (Sum) dan Carry out (Carry).
Rangkaian
ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan
AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing-masing
hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1. Jika
A=O dan 8=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum)= 0.
2. Jika
A=O dan 8=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum)= I.
3. Jika
A=I dan B=O dijumlahkan, hasilnya S (Sum)= I.
4. Jika
A=I dan 8=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum)= 0. Dengan
nilai
pindahan Cout (Carry Out)= I.
Dengan
demikian, half adder mern.iliki dua masukan (Adan 8), dan dua keluaran (S dan
Cout).
B.
Full Adder
Rangkaian
Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half Adder, tetapi mampu menampung
bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3:
A, 8 dan Cin, sementara bagian output ada 2: Sum dan Cout. Cin ini dipakai
untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya. Berikut merupakan simbol
dari Full Adder
Rangkaian
Full Adder dapat dibuat dengan menggabung 2 buah Half adder. Rangkaian ini
dapat digunakan untuk penjumlahan sampai I bit. Jika ingin menjumlahkan
lebih dari I bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari
beberapa Full Adder.
C.
Half Subtractor
Rangkaian
half subtracter adalah rangkaian Subtracter yang paling sederhana. Pada
dasarnya rangkaian half subtractor adalah rangkaian half Adder yang
dimodifikasi dengan menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat
dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian
ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum danBorrow Out(Bo). Rumus dasar
pengurangan pada biner yaitu:
1. 0 -0 = 0 Borrow O
2. 0 - I = I
Borrow I
3. I -0 = 1
Borrow O
4. I
- I = 0 Borrow O
D. Full
Subtractor
Pada
Rangkaian full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow ln (Bin)
sebelumnya dan pin Bin di hubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya
begitu seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input
dan 2 output.
POKOK BAHASAN V
Enkoder
dan Dekoder
1. Enkoder
1.
Rangkailah gerbang logika encoder 4-2
berikut ini :
2.
Sambungkan terminal input dengan
interactive input dan terminal output dengan LED.
3.
Jalankan program.
4.
Amati dan catat output terhadap kombinasi
keadaan input.
2. Dekoder
1.
Rangkailah gerbang logika decoder 4-2
berikut ini :
2.
Sambungkan terminal input dengan
interactive input dan terminal output dengan LED.
3.
Jalankan Program
4.
Amati dan catat output terhadap kombinasi
keadaan input
POKOK BAHASAN VI
Multiplekser
dan Demultiplekser
PENGERTIAN MULTIPLEKSER DAN DEMULTIPLEKSER
A. MULTIPLEKSER
Multiplekser adalah mekanisme melewatkan beberapa
jalur input data lewat sebuah jalur output, untuk membedakan input mana yang dikirimkan maka multiplexer juga memiliki bit select yang
berfungsi memberikan informasi pada penerima data tersebut berasal dari
jalur/chanel yang benar. Sebuah rangkaian / IC yang mampu menseleksi beberapa
input untuk dikirimkan lewat 1 jalur output dengan bantuan select bit. Tujuan
utama multiplexing adalah menghemat jalur pengiriman yang biasanya memiliki
jarak yang cukup jauh misalnya line telepon.
RANGKAIAN MULTIPLEKSER
B. DEMULTIPLEKSER
Demultiplexer
adalah mengubah input dari 1 channel menjadi beberapa jalur sesuai dengan
informasi selection bit yang dikirimkan untuk kemudian diteruskan kepada jalur2
yang dituju. Prinsip kerjanya sama seperti demultiplexer hanya saja
inputnya yang tunggal, dan outputnya yang banyak. Seperti multiplexer, demux
juga menggunakan selector untuk meneruskan outputnya. Perbedaan multiplexer dan
demultiplexer adalah pada fungsinya yang berkebalikan, multiplexer
memilih input berdasar selector, sedangkan demultiplexer memilih output
berdasar selector. Persamaan multiplexer dan demultiplexer adalah keduanya
sama-sama membutuhkan selector untuk memilih data, dan menggunakan selector
berbasis 2 pangkat n.
RANGKAIAN DEMULTIPLEKSER















Komentar
Posting Komentar